Selamat datang di official website Madrasah Al Fattah Juwana, TPA - KB - RA - MI - MTS - Pesantren.

In House Training MI Al Fattah: Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Cinta

Foto Dokumentasi MI Al Fattah 2026


alfattahjuwana.com _ MI Al Fattah menyelenggarakan In House Training bertema Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Cinta di Wisma Kopi Jollong, Gembong pada hari Jum'at tanggal 2 Januari 2026. Acara ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari peningkatan mutu pembelajaran di madrasah.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber utama. Rif’an, Pengawas Kemenag Pati, menyampaikan materi tentang konsep pembelajaran mendalam dalam pendidikan serta pentingnya kurikulum cinta sebagai landasan pembentukan karakter peserta didik. Ia menekankan bahwa guru perlu menghadirkan proses belajar yang tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga menumbuhkan nilai kasih sayang, empati, dan kepedulian.

Sementara itu, Fira Nadhiratul Afrida, dosen PGMI IPMAFA, memberikan paparan mengenai implementasi pembelajaran mendalam di kelas. Ia mengajak para guru untuk berlatih membuat RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam) sebagai proyek nyata. Menurut Fira, inti dari pembelajaran mendalam adalah BBM: Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan. Dengan prinsip ini, guru diharapkan mampu merancang pembelajaran yang tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran diri dan menghadirkan suasana belajar yang penuh kegembiraan.

IHT ini semakin meriah dengan kehadiran fasilitator Sunaryo dari Yayasan Baitul Kholid, yang membantu mengarahkan jalannya kegiatan sehingga lebih interaktif dan menyenangkan. Kehadiran beliau menambah semangat peserta dalam mengikuti setiap sesi.

Suasana sejuk perkebunan kopi Jollong mendukung proses pelatihan. Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi diskusi, simulasi, dan praktik. Mereka menyampaikan komitmen untuk menerapkan hasil pelatihan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari di MI Al Fattah.



Kepala MI Al Fattah, Waidi Ahmad Halimi, dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter. “Dengan kurikulum cinta, kami berharap setiap guru mampu menghadirkan suasana kelas yang penuh kehangatan, sehingga anak-anak belajar dengan hati yang gembira,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, MI Al Fattah berharap dapat memperkuat peran madrasah sebagai pusat pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menumbuhkan karakter dan akhlak mulia.

: